1/9/12

Resensi Novel 'Kalo Cinta Ngomong Dong...'

“Who’s Glen...??”
Oleh : Bagus Budi Santoso


Judul                :  Kalo Cinta Ngomong Dong...
Pengarang        :  Setta Widya
Penerbit           :  Gagas Media
Cetakan           :  Cetakan pertama, April 2005
Kategori           :  Novel
Tebal                :  iv + 145 hlm


                Menulis bagi Setta Widya adalah pekerjaan sehari-hari. Maklum profesinya saat ini adalah seorang wartawati. Tapi bagi lulusan Fakultas Pendidikan dan Sastra Perancis ini, menulis novel adalah sesuatu yang baru. Sebagai karya pertamanya, wanita kelahiran 20 Februari ini berharap semoga novel ‘Kalo Cinta Ngomong Dong...’ bisa diterima oleh pembaca.
                Novel Kalo Cinta Ngomong Dong... adalah novel yang menceritakan kehidupan remaja di SMU DI (Damai Indonesia), salah satu SMU Swasta populer di Jakarta. Nila Kumalasari atau yang sering disapa ‘Nil’ adalah salah satu siswi di SMU DI. Nil termasuk siswi yang pintar, terbukti ia selalu meraih rangking pertama di kelasnya. Nil adalah anak tunggal. Ia hanya tinggal dengan mamanya yang berprofesi sebagai penjual kue. Papa Nil adalah sosok yang tidak bertanggung jawab, ia telah setengah tahun meninggalkan keluarga untuk memilih hidup bersama selingkuhannya.
Suatu hari datanglah murid baru di kelas Nil. Namanya Glen, ia pindahan dari Riau. Glen adalah cowok yang tampan, putih dan juga tajir. Berita kedatangan Glen cepat menyebar di SMU DI. Hanya selang beberapa hari saja sudah menyeruak berbagai gosip tentang Glen.  Kehadiran Glen di kelas Nil banyak menimbulkan berbagai perubahan. Banya cewek-cewek yang rela melakukan berbagai hal demi mendapat perhatian Glen, termasuk Ratna, teman sebangku Nil. Tapi tidak untuk Nil, ia lebih memilih cuek terhadap Glen. Ini karena Nil telah berjanji untuk tidak akan pacaran sampai ia bisa merampungkan belajarnya di bangku SMU, walaupun suka sama seseorang, ia akan memendamnya dalam hati. Nil pernah ditembak Jaka, teman sekelasnya, tapi ia menolak dengan alasan ia belum lulus SMU. Nil juga pernah suka sama Steven, mantan ketua OSIS yang sudah jadi alumni, tapi ia lebih memilih memendamnya dalam hati. Tapi Nil juga manusia, sekeras apapun kemauan Nil menepati janjinya, toh lama-kelamaan tumbuh juga rasa suka terhadap Glen di hati Nil.
Bagi Nil, kehadiran Glen banyak mengundang tanda tanya, tentang mengapa Glen selalu di panggil Bu Tatik (guru BP)?, mengapa Glen tidak pernah mengikuti pelajaran olahraga?, mengapa Glen selalu di antar oleh seorang cewek tiap ke sekolah?, mengapa Glen ikut ekstra karawitan dan bahkan mengapa di lengan Glen terdapat memar biru juga menimbulkan tanda tanya yang sangat besar bagi Nil. Puncak rasa ingin tahu Nil tentang who’s Glen? Terjadi setelah ia mengetahui kalau Glen pernah tidak masuk sekolah selama sebulan waktu SMP.
Lama kelamaan, teka-teki tentang Who’s Glen? mulai terpecahkan. Hal ini berkat kerja keras Ratna dan Nil dalam menelusuri jejak misterius Glen. Suatu kesimpulan yang sangat menggemparkan, ternyata selama ini Glen mengidap penyakit Hemofilia. Hal ini diketahui setelah Nil dan teman-temannya menjenguk Glen di Rumah Sakit karena kecelakaan. Mama Glen memberikan diary Glen kepada Nil, karena tertulis dalam diary tersebut, Nil lah orang yang selama ini mampu meluluhkan hati Glen. Dalam diarynya Glen menuliskan bahwa ia menyukai Nil, tetapi ia tidak berani untuk mengungkapkannya dengan alasan Hemofilia yang dideritanya. Semenjak mengetahui hal itu, Nil sangat berharap Glen akan menembaknya dan ia pun tentunya akan menjawab dengan mengatakan ‘I love u too, Glen.....!’.
Novel Kalo Cinta Ngomong Dong... memiliki beberapa kelebihan. Dari segi bahasa, kekhasan berbahasa yang digunakan misalnya dalam kosakata atau kata-kata yang khas dan jarang dipakai oleh umum. Sebagai contohnya yaitu meskipun novel buatan Indonesia, tetapi novel ini juga menggunakan kosakata atau istilah asing dari bahasa Inggris. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempertinggi nilai sosialnya,sehingga terkesan modern, hebat, dan juga up-to-date, seperti pada kalimat “Thank’s God aku bisa melihat pacar Glen...”(hlm.74), “Yang paling santer dan ini yang paling fresh from the oven adalah Glen cuek...”(hlm.13), dll. Selain itu, kelebihan yang lain adalah meskipun penyisipan-penyisipan alur mundur dilakukan secara tiba-tiba, dengan taktik penulis yang cukup handal, kronologi atau urut-urutan cerita dalam novel ini masih bisa dipahami oleh pembaca.
Disamping memiliki kelebihan, dalam novel ini juga terdapat beberapa hal yang perlu dikoreksi lagi, antara lain, titik klimaks dalam novel ini terlalu lama di munculkan sehingga membuat pembaca jenuh karena harus menunggu titik klimaks yang terdapat di bab akhir. Dalam novel ini juga terdapat potongan-potongan kisah yang sekiranya tidak perlu diceritakan, misalnya ketika menceritakan tentang tante Merry  yang mengajak Nil dan Mama Nil ke SIM (hlm.68-72) dan kunjungan alumni SMU DI (hlm.107-110). Kekurangan yang terakhir yaitu, dalam novel ini nasib si tokoh utama (Nil) pada akhir cerita tidak jelas, apakah Nil akan ditembak oleh Glen ataukah Nil tidak akan ditembak Glen karena Glen telah meninggal dahulu oleh Hemofilianya.
Novel Kalo Cinta Ngomong Dong... ini sangat cocok dikonsumsi oleh para remaja, karena memiliki tema percintaan remaja yang menceritakan tentang seseorang yang menunggu ungkapan cinta dari seseorang yang ia cintai, tetapi seseorang yang ia cintai tersebut tidak berani untuk mengungkapkannya perasaan cintanya.

6 comments:

  1. Witantri Galuh Wahyuningtyas alias Withantree Galuh SastroWardoyo juga mengatakan suka suka suka

    ReplyDelete
  2. Baca ini pas SMA, sekarang penasaran pengen baca lagi tapi ngga nemu2 bukunya...
    Ada pdf nya ngga ya? Atau ada info yg masih re-stock novel ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, nggak ada kakak. Coba browsing di google, mungkin ada. Aku ini bacanya juga dulu pas jaman SMA gara-gara dapet tugas meresensi novel.
      Maaf ya :')

      Delete
  3. Ya, ampuuuuun, kalo nyontek jangan bangga

    Ini novel contekan dari Perancis judul aslinya "Love me If You Dare"

    Novel plagiat "Love me If You Dare"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya? Kok aku baru tahu.
      Ya marahnya jangan ke aku dong. Kan aku cuma meresensi.

      Delete

yo yang sudah baca jangan kabur...
nih kolom komentarnya diisi dulu...
makasih :)